Minggu, 05 Mei 2019

30 HRDC Day 1 : Sahur Bersama Abang Main Gendangan


Senin 06 Mei 2019. Bunyian nyamuk terdengar digendang telingga dengan malas wanita yang masih terlelap dalam tidurnya menaiki selimut bergambar beruang miliknya hingga dikepala memutar kembali badannya menghadap kanan sayup-sayup gendangan berbunyi dan putaran lagu serta teriakan “sahur sahur” diujung desa dengan mata yang setengah terbuka wanita itu menghadapkan kepalanya di samping kiri melihat jam 1:43 dini hari “jam satu? Pantasan” pikirnya. “lagi dapat aku pak, ngga puasa dulu” beritahunya kepada siapapun itu yang mengatakan sahur tadi yahh hanya dipikirannya sih beritahunya. Mencoba kembali untuk tidur tapi nyamuk masih terngiang-ngiang di sekitar telingga suara gendang pun semakin mendekat wanita itu keluar dari persembuyian dengan sekali pukulan nyamuk langsung KO terkapar tak berdaya.

Sangkin senangnya semalam, aku; Shinta tidak ingin tidur menunggu sayur pertama yah pada akhirnya mata begitu susah untuk bekerjasama jam 22:33 aku tertidur dengan lelap. Puasa ketiga ditahun aku meninggalkan tempat aku dibesar oleh Ibuku dan tahun ini sepertinya aku melewati seorang diri tanpa kakek dan paman keluarga dari Ayah selama aku tinggal di sini; Sulawesi Selatan.

Hidup seorang diri di perantauan, yah mau bagaimana lagi. Ada sih keluarga Ayah di sini kakek, paman, dan tante tapi mereka juga punya keluarga sendiri. Numpang hidup dengan mereka sungkan tidak, enakkan pasti ya. Mungkin mereka menggangap itu biasa, tapi aku pribadi merasa sungkan bertahun-tahun tidak pernah menginjak kelahiran Ayah sekali berkunjung dan menetap disuruh tinggal dengan mereka. Ada sebersit perasaan di dalam hati merasa tidak enak takut merepotkan, secara aku tidak ingin membuat orang lain repot karenaku.

Dan di sinilah aku di rumah sendiri yang Ayah bangun bersama Ibu Tiriku seorang diri, biasa sih teman-teman kampus berkunjung dan menginap di rumah tapi tidak setiap hari. Awal-awal aku menetap di sini biasa saja karena paman kakek, dan tanteku perilaku mereka bisa dikatakan cukup buat aku nyaman, dan pastinya aku agak sulit beradapsi dengan lingkungan. Awalnya dimulai dari bahasa daerah tidak kupahami sama sekali secara kakekku yang baik itu tidak bisa Bahasa Indonesia jadi kalau kakek berbicara menggunakan bahasanya aku hanya bengong dan tersenyum saja menanggapinya. Sudah airnya asin lagi maklum di tempat kakek dekat dari pantai berkilo-kilo meter sih emang jaraknya tapi air asinnya terasa diindera pengecapku. Yang aku suka dari sini itu apa ya? Ngga ada sih. Makanannya? Oke aku akui makanan khas bugis itu enak-enak. Selebihnya apa ya? Pria orang sini ya? Haha ngga tahu ya beberapa pernah sempat melihat sih pria-pria yang masih single (hihi) tapi ngga ada tuh yang nyangkut di hati, sekali kesemsem sama pria pengantar galon si maco-maco berjambang akhi itu ehh udah punya istri, sekali panah cupid nyangkut dipria soleh rajin dan sering membantu orang tuanya di samping rumah kakek eh tahu-tahunya dikabarkan mau nikah. Cabut aku. Dengan segera kupatahkan panah cupid yang masih bergelantungan di sekitarku. Berdiri dengan hormat, suka-suka moyet menginjak dewasaku kusingkirkan dalam diri. Harikan berlalu jalanku masih panjang jika Allah mengijinkan tenang, kan Allah siapkan untukmu tambatan hati idaman bidadari surga. Aamiin ya(hihi).

“Gendangnya bangun sahur bunyi tuh depan rumah” Menolongku seorang diri.

“Udah jam 3:08 aja”

Selamat puasa Ramdhan dihari pertama ya kamu yang lagi baca, semuanya deh yang lagi main gendang bangunin orang abang/mas/akang/adek yang baik dapat pahala loh kalian yang lagi jalan keliling desa, semoga kuat ya sampai matahari terbenam. Ngumpulin pahalanya banyakkin mumpung pintu surga dibuka pintu neraka ditutup saiton terkutukpun dijerat sama rantai ngga bisa dibuka terkecuali Sang Pemilik Isi Dunia dan Di Atas Langit.

“Apabila datang bulan Ramadhan maka dibuka pintu surga dan ditutup pintu neraka dan syetan-syetan di belenggu”(HR. Muslim)

#Day(1)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

16 komentar:

  1. Hehehe, emang kadang sulit ya menyesuaikan diri dengan tempat baru. Pun pada akhirnya bisa.

    Btw, suka tuh jatuh cinta. Sp tau bisa jadi kisah baru. Salam kenal, salam sama si cupid2nya

    BalasHapus
  2. sahur pertama saya malah gak bisa bangun jam 03.08 jadinya jam 4 dengan nasi belum matang hahaha rajin bener ya bisa bangun jam segitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya yang penting ngga terlewatkan puasa pertama,

      Hapus
  3. sahur pertama saya malah gak bisa bangun jam 03.08 jadinya jam 4 dengan nasi belum matang hahaha rajin bener ya bisa bangun jam segitu.

    BalasHapus
  4. Day 1 saya sahur, ikan lele masakan bapak yang keasinan. Hehe. Salam kenal. ^^

    BalasHapus
  5. Selamat melaksanakan ibadah shaum. 😊

    BalasHapus
  6. Nulis sampe jam 03 pagi, niat tidur bentar bangun jam setengah empat,nunggu dibanguin Bapak. Eh kebablasan bangun pas adzan subuh. Hahaha. Satu rumah nggak pada saur di hari pertama.

    BalasHapus
  7. Kesemsem sama abang2 tukang galon. Eh taunya udah pinya bini.

    Wkwkw. Lucu mbak

    BalasHapus

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...