Senin, 03 Juni 2019

30 HRDC day 30 : Selesai?

Assalamualaikum, selamat pagi dan apa kabar untuk hari ini? hari ini dingin ya hujannya awet anginnya menghembus dengan permanen setiap hari biarpun ngga hujan maklum sih di belakang ada empang.

Cepat banget rasanya waktu berjalan hingga sampai dipenghujung Ramadhan tahun ini. Sedih aja sih tiga kali puasa dan lebaran ngga bersama keluarga. Untuk puasa its okaylah tapi lebaran benar-bentar terasa banget ngga nikmat sepi banget kayak kuburan biarpun lagi ngumpul bersama keluarga ayah di sini tapi sumpah raga, jiwa dan batinku tidak happy.

Rindu banget serindu-rindunya. Ngga enak sumpah. Pengen nangis tapi ngga bisa nanti dikira apa lagi sama orang rumah. Ya udah aku tahan. Nanti pas hari lebaran video call sama keluarga di Kampung baru nangis, saat ini lagi ngumpulin air mata(hihi).

Banyak sih aktivitas-aktivitas yang terjadi selama puasa di sini tapi males mau ngebahas ditulisan ini. Hmm...  Selama ikut challenge ngga mudah memang sih sampai beberapa lalu mangkir post di blog lagi sibuk mikirin sidang judul sih sampai pusing sendiri dan beberapa tugas kuliah pengen selesai cepat biar cepat cari kerja(Aamiin) maunya post di IG tapi ngga(hihi) lebih baik di blog manfaat moment ini ngisi blog.

Apalagi ya, ngga ada deh. Dingin sumpah dibawa sakit ini cuaca udah tenggorokan mulai menimbulkan gejala tidak sehat lagi. Udah ya. Selamat Idul Fitri member challange💕 aku ngga perlu minta maaf lahir dan batin kan ke kalian? (wkwk). Kalau begitu.

Makan ketupat bersama daging dan kawan-kawan.
Minal aidin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Selamat lahir kembali seperti bayi yang masih suci.

#Day(30)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

30 HRDC day 29 : Sampai jumpa kembali

Untuk ia yang kini telah berkemas dan akan pergi, jadikanlah kebaikan dalam perpisahan kami.

Satu bulan kita bersama sehingga terbiasa beriringan menuju kebaikan untuk menjadi insan yang Tuhan kasihi.
Kalau ingin jujur. Aku tidak begitu rela melepaskanmu. Karena bersamamu, iblis tidak bisa menggodaku dengan semangat.

Aku pasti sangat merindukanmu untuk datang kembali menghampiriku. Selama bersamamu akupun masih lalai. Yang aku lakukan tidak begitu sempurna selama kita bersama satu bulan ini.

Harapku dan doaku kita bertemu lagi ya dan kuingin pertemuan kita selanjutnya bukan hanya aku dan kamu tetapi bersama orang tuaku dan adik-adikku. Aamiin.

Aku tidak ingin mengucapkan selamat jalan untuk akhir selamanya. Tetapi selamat jumpa kembali kita bertemu tahun depan bersama keluargaku.

#Day(29)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Sabtu, 01 Juni 2019

30 HRRC day 28 : Rindu Tuh Aku

Pagi adek, apa kabar?
Pagi tadi aku lagi duduk-duduk ditangga depan rumah tante tempat aku nginap sampai lebaran. Aku lagi duduk sedang memperhatikan aktivitas tetangga di samping rumah tante setelah aku beres-beres rumah tante pastinya.
Dan tentunya aku juga sudah mandi. Aku mandi pagi sekali sekitar jam lima lewat lima puluh atau pas jam enam.

Saat aku perhatikan orang-orang yang mengerjakan pekerjaan rumah di pagi hari dan orang-orang yang lewat di depan rumah, ada anak-anak lewat sambil menepung dada dijadikan gendang sambil bersenandung. Seketika sepintas memori dan bayangan terbang membawaku di rumah, aku ingat adek. Adek tuh juga sering bagitu. Kalau aku ingat adek tuh pengen ketawa karena lucu. Kalau adek sudah tepung-tepung dada adek kayak main gendang waktu di rumah di Tapis. Kalau lihat adek pasti bawanya mau ketawa apalagi ingat adek lagi nulis begini aku ketawa dengan tingkahlaku adek.

Ada saja kelakuan adek bikin ketawa. Kayak adek senyum lebar sampai terlihat kulit-kulit gigi adek bagian atas sampai adek diejek adek sebenarnya anak mama atau anak maktua dia(haha). Apalagi kalau adek senyum dipaksakan muka adek sumpah ndak tahan aku lihat lucu. Terus adek ingat tidak, kalau nonton film Oscar si cicak besar digurun pasir, si duck bebek terbang adek biasa niru suaranya(haha) bagaimana suaranya? (haha)

Tapi sekarang? Aku tidak tahu apa saat aku pulang di rumah ketika lihat muka adek apakah aku dengan mudah tertawa atau malahan pengen nangis.

Entah lah, hanya saja aku rindu adek, Aisyah, dan si bikin kesel otak. Rindu tuh aku. Lama ya aku, kalau aku telepon adek pasti tidak ada selalu di rumah. Kata mama hape adek rusak dan adek sedang berusaha untuk itu. Sumpah rindu sekali. Akupun berharap adek tahun depan seperti yang mama bilang, adek lanjutkan pendidikannya.

Kalian bertiga saling jaga ya, saling membantu, saling memperhatikan satu sama lain. Dan semoga kalian baik-baik saja tidak terjerumus hal yang salah, aku minta tolong sekali laksanakan solat. Dan aku titip mama aku benar-benar berharap kalian mengerti dan paham untuk tidak selalu buat mama marah, capek, sampai pusing kepala dan sakit. Tolong mengertilah dengan keadaan mama jangan memaksa kehendak kalian yang mama tidak sanggup. Aku benar-benar minta tolong. Kalian bisa kan penuhi apa yang aku minta di saat aku jauh dari mama dan tidak bisa menjaga mama di dekatnya?

From me, untuk kalian adik-adikku, yang aku sayang sepenuh dan seluruh hidupku. Aku selalu mendoakan keselamatan kita sekeluarga baik dunia dan akhirat.
Love😘

#Day(28)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...