Senin 06 Mei 2019.
Bunyian nyamuk terdengar digendang telingga dengan malas wanita yang masih
terlelap dalam tidurnya menaiki selimut bergambar beruang miliknya hingga dikepala memutar kembali badannya menghadap kanan sayup-sayup gendangan berbunyi
dan putaran lagu serta teriakan “sahur
sahur” diujung desa dengan mata yang setengah terbuka wanita itu
menghadapkan kepalanya di samping kiri melihat jam 1:43 dini hari “jam satu? Pantasan” pikirnya. “lagi dapat aku pak, ngga puasa dulu”
beritahunya kepada siapapun itu yang mengatakan sahur tadi yahh hanya
dipikirannya sih beritahunya. Mencoba kembali untuk tidur tapi nyamuk masih
terngiang-ngiang di sekitar telingga suara gendang pun semakin mendekat wanita
itu keluar dari persembuyian dengan sekali pukulan nyamuk langsung KO terkapar
tak berdaya.
Sangkin senangnya
semalam, aku; Shinta tidak ingin tidur menunggu sayur pertama yah pada akhirnya
mata begitu susah untuk bekerjasama jam 22:33 aku tertidur dengan lelap. Puasa
ketiga ditahun aku meninggalkan tempat aku dibesar oleh Ibuku dan tahun ini
sepertinya aku melewati seorang diri tanpa kakek dan paman keluarga dari Ayah
selama aku tinggal di sini; Sulawesi Selatan.
Hidup seorang diri di
perantauan, yah mau bagaimana lagi. Ada sih keluarga Ayah di sini kakek, paman,
dan tante tapi mereka juga punya keluarga sendiri. Numpang hidup dengan mereka
sungkan tidak, enakkan pasti ya. Mungkin mereka menggangap itu biasa, tapi aku pribadi
merasa sungkan bertahun-tahun tidak pernah menginjak kelahiran Ayah sekali
berkunjung dan menetap disuruh tinggal dengan mereka. Ada sebersit perasaan di
dalam hati merasa tidak enak takut merepotkan, secara aku tidak ingin membuat
orang lain repot karenaku.
Dan di sinilah aku di
rumah sendiri yang Ayah bangun bersama Ibu Tiriku seorang diri, biasa sih
teman-teman kampus berkunjung dan menginap di rumah tapi tidak setiap hari. Awal-awal
aku menetap di sini biasa saja karena paman kakek, dan tanteku perilaku mereka
bisa dikatakan cukup buat aku nyaman, dan pastinya aku agak sulit beradapsi
dengan lingkungan. Awalnya dimulai dari bahasa daerah tidak kupahami sama sekali
secara kakekku yang baik itu tidak bisa Bahasa Indonesia jadi kalau kakek
berbicara menggunakan bahasanya aku hanya bengong dan tersenyum saja menanggapinya. Sudah
airnya asin lagi maklum di tempat kakek dekat dari pantai berkilo-kilo meter
sih emang jaraknya tapi air asinnya terasa diindera pengecapku. Yang aku suka
dari sini itu apa ya? Ngga ada sih. Makanannya? Oke aku akui makanan khas bugis itu enak-enak. Selebihnya apa ya? Pria orang sini ya? Haha ngga tahu ya beberapa
pernah sempat melihat sih pria-pria yang masih single (hihi) tapi ngga ada tuh yang nyangkut di hati, sekali kesemsem sama pria pengantar galon si
maco-maco berjambang akhi itu ehh udah punya istri, sekali panah cupid nyangkut
dipria soleh rajin dan sering membantu orang tuanya di samping rumah kakek eh
tahu-tahunya dikabarkan mau nikah. Cabut aku. Dengan segera kupatahkan panah
cupid yang masih bergelantungan di sekitarku. Berdiri dengan hormat, suka-suka moyet menginjak dewasaku kusingkirkan dalam diri. Harikan berlalu
jalanku masih panjang jika Allah mengijinkan tenang, kan Allah siapkan untukmu
tambatan hati idaman bidadari surga. Aamiin ya(hihi).
“Gendangnya bangun
sahur bunyi tuh depan rumah” Menolongku seorang diri.
“Udah jam 3:08 aja”
Selamat puasa Ramdhan
dihari pertama ya kamu yang lagi baca, semuanya deh yang lagi main gendang
bangunin orang abang/mas/akang/adek yang baik dapat pahala loh kalian yang lagi
jalan keliling desa, semoga kuat ya sampai matahari terbenam. Ngumpulin pahalanya
banyakkin mumpung pintu surga dibuka pintu neraka ditutup saiton terkutukpun
dijerat sama rantai ngga bisa dibuka terkecuali Sang Pemilik Isi Dunia dan Di
Atas Langit.
“Apabila datang bulan
Ramadhan maka dibuka pintu surga dan ditutup pintu neraka dan syetan-syetan di
belenggu”(HR. Muslim)
#Day(1)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Hehehe, emang kadang sulit ya menyesuaikan diri dengan tempat baru. Pun pada akhirnya bisa.
BalasHapusBtw, suka tuh jatuh cinta. Sp tau bisa jadi kisah baru. Salam kenal, salam sama si cupid2nya
Haha iya kak ,ntar aku sampein salam wkwk
Hapussahur pertama saya malah gak bisa bangun jam 03.08 jadinya jam 4 dengan nasi belum matang hahaha rajin bener ya bisa bangun jam segitu.
BalasHapusAlhamdulillah ya yang penting ngga terlewatkan puasa pertama,
Hapussahur pertama saya malah gak bisa bangun jam 03.08 jadinya jam 4 dengan nasi belum matang hahaha rajin bener ya bisa bangun jam segitu.
BalasHapusselamat puasa juga
BalasHapusSelamat 😆
BalasHapusDay 1 saya sahur, ikan lele masakan bapak yang keasinan. Hehe. Salam kenal. ^^
BalasHapusEnak banget sih dimasakin bpk
HapusEnak banget sih dimasakin bpk
HapusEnak banget sih dimasakin bpk
HapusSelamat melaksanakan ibadah shaum. 😊
BalasHapusSelamat jga 😆
HapusSelamat jga 😆
HapusNulis sampe jam 03 pagi, niat tidur bentar bangun jam setengah empat,nunggu dibanguin Bapak. Eh kebablasan bangun pas adzan subuh. Hahaha. Satu rumah nggak pada saur di hari pertama.
BalasHapusKesemsem sama abang2 tukang galon. Eh taunya udah pinya bini.
BalasHapusWkwkw. Lucu mbak