Jumat, 10 Mei 2019

30 HRDC day 6 : Suatu Saat Bersamamu

Disudut tempat dibatasi dinding dan hamburan barang-barang buku binder, bolpoin, tisu berserakan karena flu yang melanda dan pemandangan yang amat tak enak tuk dipandang sebagai wanita yang tak rapi. Oh jangan salah. Dia, wanita ini dia menjunjung tinggi kebersihan dan kerapian. Percaya tidak percaya kamu harus percaya itu. Berbisik pada sang siang akankah rasa untuknya dapat ia rasakan?

Pada sang waktu berjalan diganti pagi, siang, sore berganti malam adakah sesosok pria sholeh menjadikan diriku sebagai pendamping untuknya? Kukatakan pada bintang beri petunjuk untukku, kuteriak pada bulan adakah dia menginginkan kujua? Nyatanya mereka tak membantu sama sekali alhasil hanya satu tempatku meminta pada Dia sang pemilik diri, pada Dia penggengam  rasa dan hati insan-Nya.

Kuukir kalimat dan kata tentang rasa untukmu dilembaran kertas kosong yang kusimpan rapat dan rahasia atau kutulis pada postinganku di media sosial tentang rasa untukmu seorang. Iya kamu yang lagi baca ini. Ya kamu sesosok pria sholeh yang taat pada perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Di belahan provinsi, kota, desa, bahkan dusun priaku, atau malahan di belahan Negara lain kau bersembunyi menyibukkan diri memperbaiki diri untukku dan untuk dirimu.

Suatu saat bersamamu dimeja bersama, dirumah bersama, diatas ranjang bersama, terlebih diatas singgasana satu hari merayakan hari jadiku dan hari jadimu. Tak perlu rumah mewah bak istana kita tempati nanti bersama keluarga kecil kita dengan anak-anak yang menggemaskan. Cukup rumah sederhana yang damai dan tentram sangat lebih dari cukup. Karena. Aku bukan penunutut untuk hidup mewah. Sedari kecil aku di ajari hidup berkecukupan dengan orang tuaku. Maka tak perlu risau pria sholehku.

Suatu saat bersamamu dan kedua anak kembar kita. Iya, aku menginginkan anak kembar. Sewaktu SMA aku sudah berdoa dan meminta itu pada Tuhanku. Bukankah anak kembar itu menggemaskan? Oh sungguh kutak sabar menunggu hari dimana aku mengendong mereka dan mendengar rengean mereka dan memarahi mereka dengan kalimat keibuanku. Ini aku Umi Darsiah gadis berusia 20 tahun menulis ini untukmu pria sholehku. Tetaplah tenang dan jangan khawatir berusahalah Tuhanku dan Tuhanmu akan beri jalan untuk diriku dan dirimu menjadi keluarga dalam ikatan sah dan halal pria sholehku.

#Day(6)
#onnedayonepost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30hariramadhandalamcerita
#bianglalahijrah

6 komentar:

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...