Terpakur
pada atma yang sunyi; jauh dari jangkauan jari-jari Ilahi.
Dalam
hitam kelam malam dalam sepi yang rindu.
Suara
rintih dalam dada dahaganya hati tanpa-Mu,
Karena
jiwa yang meronta, hampa segala tanpa cahaya-Mu.
Inginnya,
Mendekat
dalam dekapan peluk hangat.
Tanpa
celah, tapi hati masih begitu jauh.
Masih
pantaskah, Kau masih berbaik hati pada insan pendosa?
Kuharap,
segala amal yang tak seberapa ini menjadi akhir penolong pada diri.
Apakah
hati menjadi keras sebab air mata tak jatuh dengan mudah?
Atau,
Sudah
menjadi tameng pada jiwa yang ikhlas dan rela?
Karena
diri tidak bisa membedakan.
Hati
yang keras tertutup gumpalan noda warna hitam, ataukah hidup yang begitu keras
dijalani sehingga rela dan ikhlas menjadi teman di dalam dada?
#Day(15)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar