Kamis, 23 Mei 2019

30 HRDC Day 14 : Bunga Teratai


Berdentik jam berbunyi menjadi alarm membuatku segera bergegas.
Ditengah hiruk-piruk kendaraan jalan raya kumemandang dengan tampak biasa, tanpa senyum ataupun memasang muka seolah abai.
Mungkin. Kebanyakan memandangku, si muka datar minim ekspresi, si puan tak menarik.
Aku sadar itu, dan aku terlalu peka untuk itu. Tak hayal persepsiku terkadang melesat jauh dari perkiraan.

Mungkin juga banyak menjadi pertanyaan di benak mereka, aku terlihat seperti puan dingin, terdiam dalam ilusi tak kasat mata berada di dekat tapi susah tuk digapai, menjadi sosok menyimpan banyak pertanyaan.

Aku paham pandangan ingin tahu itu. Tapi aku mencoba untuk menghindar dari pertanyaan yang mengusik.
Mungkin juga, mereka memandang. Si puan sombong bermuka innociot. Si puan tak peduli dan cuek bertemeng muka kalem.

Oke, yang mereka suarakan tidak buruk. Hanya saja mereka tidak tahu dibalik sikap seseorang seperti itu. Bisa saja dia sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri.
Mungkin saja dipikiran mereka, si puan taat dalam ibadah. Suci tanpa noda.

Hanya saja mereka tidak tahu, begitu belum khusuknya dalam segala hal itu.
Mungkin juga mereka berpikir, si puan introvert malu dalam bergaul.
Mereka tidak begitu tahu,begitu sukanya aku berada ditengah-tengah interaksi orang banyak bercakap-cakap dengan siapapun. Membuatku merasa sangat bersyukur berkumpul ditengah-tengah mereka.

Seperti perumpaan bunga mawar ketika hendak disentuh duri tajam menikam hingga nyeri menjalar urat-urat jari.

Mungkin perumpaan yang cocok seperti bunga teratai. Terlihat tenang dan anggun tetapi ketika ingin didekati melewati jalan yang tak mudah. Kurang lebih si puan ini seperti itu.

#Day(14)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...