Kamis, 23 Mei 2019

30 HRDC Day 12 : RINDU


Keluarga Rumah Ternyaman
Jantung hatiku
Cinta pertamaku
Kamu sangat berharga dalam diri dan hidupku
Tanpamu aku bukanlah siapa-siapa
Keluarga tercinta dan terkasih
Apa kabar untuk hari ini?
Aksara dan atmaku menjerit memanggilmu dalam setiap bait kataku
Kau sangat berharga dalam hidupku
Kau rumah tempat berteduh yang nyaman

Tempat terakhir
Teruntuk keluarga yang jauh di sana
Di sini aku merindukanmu
Setiap sujud dan tadahan tanganku
Kuselalu meminta kepada sang khalik
Semoga engkau selalu berada di bawah payung agama-Nya
Semoga selalu dalam lindungan-Nya
Aku sangat mencintai kalian
Semoga di masa kita dihadapkan kepada hakim sesungguhnya
Aku berharap kita bersama berada di dalam surganya Allah
Berkumpul kembali bukan hanya didunia tapi pun diakhirat

 Kesayangan-ku
Harsa telah pergi bersama sinar rembulan
Pergi membawa kenangan yang tersimpan di memori ingatan
Akan semua kegembiraan yang pernah dilalui bersama
Canda, tawa, sedih, dan senang kita bermain bersama

Satu persatu jamanikaa tirai kubuka
Kukenang dalam duduk diamku menatap gambarmu yang tersimpan digaleri ponselku
Kumasih ingat pintamu kepadaku “Kak,duit. Beli ice cream”
Wajah polos dan lugumu sangat kusukai; kutersenyum melihatnya kala itu

Kini semua telah tumbuh dewasa
Dalam sujudku tak lupa jua kusisipkan namamu
Semoga kau selalu berada dipayung agamanya Allah
Teruntukmu adikku tersayang
Memori
Kala itu jam menunjukkan pukul 04:00 pria gagah nan dewasa membangunkan anak dan istrinya "Bangun siap-siap mandi solat Ied di mesjid" Perintahnya kepada keluarga kecilnya. Solat subuh bersama, bersiapkan diri menuju mesjid.
Ayah dengan pakaian putih hingga ujung kaki mengenekan sorban di lehernya dan peci menutupi rambutnya. Adik paling bungsu bersamaku di samping tempat barisan wanita solat. Adik dengan baju biru langit garis-garis hitam dan jilbab biru senada dengan baju yang dikenakannya. Selagi menunggu solat Ied dilaksanakan kumelihat dari barisan, ayah mengucapkan takbir saat di barisan terdepan dengan badanpun ikut bergoyang kekiri dan kekanan. Kudengar, kumelihat dari tempat dudukku, setetes air tanpa kusadari jatuh dipipi. Kubahagia bisa melihat pria dewasa yang menjadi pemimpin untukku, adik-adik dan keluarga bersamaku berkumpul bersama kami. Dan memoriku saat ini berkata itu terakhir kuberkumpul dengan keluargaku hingga kuberada di sini jauh di sisi hanya menyisahkan rindu yang amat terdalam.
Masih kala itu, pertama kali bertemu dengan saudara adik keduaku yang amat kuingin bertemu dan mengatakan kami saudara dan saudarimu rindu kepadamu. Pertama kali satu mesjid bersamanya solat Ied bersama hanya saja antara wanita dan pria dipisah saat solat dan sudah seharusnya begitu. Kupandangi dia dari tempat dudukku badannya yang kekar, suara baritonnya, mukanya yang kencang sesuai umurnya. Kumenunduk dan menghapus air mata yang jatuh dipipi sangat bersyukur melihat pemandangan seperti itu andai yang jadi imam itu adikku kuyakin kuakan menangis dengan tersedu. Ketika memori kala itu datang menghampiri kusaat ini.

#Day(12)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...