I.
Dalam hidup, segala sesuatu adalah sementara. Yang pernah menjadi teman dekatmu
akan menjadi teman orang lain. Yang pernah menjadi partner kerjamu akan menjadi
partner kerja orang lain. Kekasihmu mungkin akan menjadi mantan kekasihmu.
Orang tua dan keluarga akan terpisah oleh usia.
Aku
telah berkali-kali kehilangan sosok-sosok dalam hidupku. Kesendirian
mengajarkanku satu hal: Perubahan adalah hal yang mutlak terjadi jika kita
ingin hidup terus berjalan dan berkembang, kehilangan adalah bagian dari perubahan.
Setiap perubahan harus diterima dan disyukuri. Sehingga siapapun yang datang
aku sambut, siapapun yang pergi aku bebaskan. Karena hidupku adalah rumah, aku
adalah tuan, sisanya adalah tamu yang tak bisa aku paksa tinggal.
II.
Separuh hidup ini adalah nikmat, separuhnya lagi adalah ujian. Di antara
keduannya itu manusia memetik pahala atau menuai dosa. Nikmat membutuhkan
syukur, ujian membutuhkan kesabaran, sementara dosa membutuhkan istighar dan
taubat.
Bila
ketiga hal tersebut terkumpul pada diri seseorang mukmin, maka ia pasti meraih
bahagia.
Rasulullah
SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya
adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin.
Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersykur, maka yang demikian itu merupakan
kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka
yang demikian itu merupakan kebaikan baginya”.
III.
Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sikap sombongnya, bisa jadi dia
sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri. (Ali Bin Abi Thalib).
IV.
Pada akhirnya, hati buka tentang siapa yang kita kenal paling lama, yang
pertama datang atau yang paling berkesan, melainkan tentang siapa yang sebelum
datang, dia berdoa.
“Ketika
dia datang, dia membawa tujuan. Dan apabila dia pergi, dia tidak akan pulang
terlambat”
V.
Setiap hari kau akan semakin pusing jika terus meletakkan ukuran orang lain
pada dirimu. Jika terus merasa bermanfaat setelah sesuai dengan pandangan orang
lain.
Setiap
hari kau akan merasa tidak berguna, jika terus mendengarkan suara-suara miring.
Suara yang datang dari orang-orang yang tidak mengerti juga makna hidup. Lalu
kenapa harus dipikirkan?
Tetaplah
hidup walau enggak berguna. Tidak apa-apa. Kau hanya perlu melakukan hal-hal
yang kau sanggup saja. Bekerjalah sesuai kesanggupanmu, tidak usah memaksakan
diri hanya untuk diterima. (Boy Chandra).
VI.
Akan kulatih hatiku, SIAP MENERIMA APA SAJA.
#Day(10)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar