Rabu, 15 Mei 2019

30 HRDC Day 10 : Potongan Kata Bagian I


I. Dalam hidup, segala sesuatu adalah sementara. Yang pernah menjadi teman dekatmu akan menjadi teman orang lain. Yang pernah menjadi partner kerjamu akan menjadi partner kerja orang lain. Kekasihmu mungkin akan menjadi mantan kekasihmu. Orang tua dan keluarga akan terpisah oleh usia.
Aku telah berkali-kali kehilangan sosok-sosok dalam hidupku. Kesendirian mengajarkanku satu hal: Perubahan adalah hal yang mutlak terjadi jika kita ingin hidup terus berjalan dan berkembang, kehilangan adalah bagian dari perubahan. Setiap perubahan harus diterima dan disyukuri. Sehingga siapapun yang datang aku sambut, siapapun yang pergi aku bebaskan. Karena hidupku adalah rumah, aku adalah tuan, sisanya adalah tamu yang tak bisa aku paksa tinggal.

II. Separuh hidup ini adalah nikmat, separuhnya lagi adalah ujian. Di antara keduannya itu manusia memetik pahala atau menuai dosa. Nikmat membutuhkan syukur, ujian membutuhkan kesabaran, sementara dosa membutuhkan istighar dan taubat.
Bila ketiga hal tersebut terkumpul pada diri seseorang mukmin, maka ia pasti meraih bahagia.
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersykur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya”.

III. Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sikap sombongnya, bisa jadi dia sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri. (Ali Bin Abi Thalib).

IV. Pada akhirnya, hati buka tentang siapa yang kita kenal paling lama, yang pertama datang atau yang paling berkesan, melainkan tentang siapa yang sebelum datang, dia berdoa.
“Ketika dia datang, dia membawa tujuan. Dan apabila dia pergi, dia tidak akan pulang terlambat”

V. Setiap hari kau akan semakin pusing jika terus meletakkan ukuran orang lain pada dirimu. Jika terus merasa bermanfaat setelah sesuai dengan pandangan orang lain.
Setiap hari kau akan merasa tidak berguna, jika terus mendengarkan suara-suara miring. Suara yang datang dari orang-orang yang tidak mengerti juga makna hidup. Lalu kenapa harus dipikirkan?
Tetaplah hidup walau enggak berguna. Tidak apa-apa. Kau hanya perlu melakukan hal-hal yang kau sanggup saja. Bekerjalah sesuai kesanggupanmu, tidak usah memaksakan diri hanya untuk diterima. (Boy Chandra).

VI. Akan kulatih hatiku, SIAP MENERIMA APA SAJA.

#Day(10)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...