Assalamualaikum Warohmatullahi
Wabarokaatuh.
Selamat sore kamu gadis dalam rasa. Selamat sore kamu gadis yang
mudah mengagumi banyak hal sekecil apapun itu. Sore buat dirimu sendiri gadis.
Tersenyumlah jika kau merasa senang dan bahagia. Menangislah jika kau disakiti.
Menulislah jika kau tak bisa ungkapkan semua dalam lisan. Ukirlah bait perbait
puisi jika perlu itu. Ukirlah kalimat-kalimat panjang diatas buku bertemakan
berbagai hal dan judul, cukup kau dan Tuhan yang menikmati tulisan tangan yang
kau karang. Hasil pengalaman baik sedih, senang, rindu, masa depan, khayalan,
keluarga, dunia yang bersifat fana, hamba yang berlumur dosa, bahkan disaat kau
merasakan jatuh cinta.
Apa kabar gadis sehatkah kau? Lantunan
doa tak henti-hentinya selalu panjatkan pada diri semoga hatimu selalu
istiqomah dan selalu senantiasa dipayung agama Allah. Gadis apa impianmu yang
belum kau capai? Banyak ya yang belum. Tenanglah tak perlu terlalu khawatir
memang kalimat "Semua akan indah pada waktunya" itu tak omong kosong
jika kamu ingin berusaha berdoa dan tawakal kepada Rabb-Mu. Gadis saat kau
menulis ini usiamu bukanlah usia anak remaja dan bukan pula usia anak-anak
lagi. Kurang lebih satu bulan dari sekarang angka usiamu bertambah di umurmu
yang singkat didunia ini. Dan doa yang kau sematkan bertambah "Ya Allah
semoga umurku yang singkat ini aku bisa beri manfaat pada siapapun tanpa
pandang bulu"
Tak terasa hari berlalu begitu cepat.
Kumenulis ini pun magrib sedang menanti. Salah satu teman bertanya
"Bisakah kau menulis surat untuk usiamu ke40 apa yang kau harap diusiamu
itu?" Kutersenyum. Diusia 40 tahun apa yang aku harapkan? Dalam sujud,
dalam kesendirian, dalam renungan dan dalam menadahkan tangan tak
henti-hentinya kumeminta "Rabb, jika boleh meminta dan Allah kabulkan
kuingin diusia 40 tahun Kau panggil aku, Kau tutup usiaku sebagaimana
kekasih-Mu rabb. Bukan menolak panjang umur Kau tahu tuhan tentang diriku
segalanya. Tetapi jika Kau masih mengizinkan aku berada didunia-Mu tolong izinkan
aku beribadah hanya kepada-Mu, untuk bekalku saat sakaratul maut, alam kubur
dan menghadap-Mu kelaknya dan membahagiakan orang yang kusayang dan bermanfaat
untuk siapapun. Tetapi jika diusiaku hanya menambah dosa, membangkang pada
agama-Mu tolong datangkan malaikat Izrail dihadapan saat itu juga"
#Day(8)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Kalau saya bisa menuliskan surat itu saya malah mau kasih pesan agar anak2 tiri saya nggak meributkan tentang harta duniawi. Sebisa mungkin mereka sdh bisa hidup mandiri
BalasHapus