Minggu, 12 Mei 2019

30 HRDC Day 8 : Sepucuk Surat Untukku Diusia 40 tahun


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.
Selamat sore kamu gadis dalam rasa. Selamat sore kamu gadis yang mudah mengagumi banyak hal sekecil apapun itu. Sore buat dirimu sendiri gadis. Tersenyumlah jika kau merasa senang dan bahagia. Menangislah jika kau disakiti. Menulislah jika kau tak bisa ungkapkan semua dalam lisan. Ukirlah bait perbait puisi jika perlu itu. Ukirlah kalimat-kalimat panjang diatas buku bertemakan berbagai hal dan judul, cukup kau dan Tuhan yang menikmati tulisan tangan yang kau karang. Hasil pengalaman baik sedih, senang, rindu, masa depan, khayalan, keluarga, dunia yang bersifat fana, hamba yang berlumur dosa, bahkan disaat kau merasakan jatuh cinta.

Apa kabar gadis sehatkah kau? Lantunan doa tak henti-hentinya selalu panjatkan pada diri semoga hatimu selalu istiqomah dan selalu senantiasa dipayung agama Allah. Gadis apa impianmu yang belum kau capai? Banyak ya yang belum. Tenanglah tak perlu terlalu khawatir memang kalimat "Semua akan indah pada waktunya" itu tak omong kosong jika kamu ingin berusaha berdoa dan tawakal kepada Rabb-Mu. Gadis saat kau menulis ini usiamu bukanlah usia anak remaja dan bukan pula usia anak-anak lagi. Kurang lebih satu bulan dari sekarang angka usiamu bertambah di umurmu yang singkat didunia ini. Dan doa yang kau sematkan bertambah "Ya Allah semoga umurku yang singkat ini aku bisa beri manfaat pada siapapun tanpa pandang bulu"

Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Kumenulis ini pun magrib sedang menanti. Salah satu teman bertanya "Bisakah kau menulis surat untuk usiamu ke40 apa yang kau harap diusiamu itu?" Kutersenyum. Diusia 40 tahun apa yang aku harapkan? Dalam sujud, dalam kesendirian, dalam renungan dan dalam menadahkan tangan tak henti-hentinya kumeminta "Rabb, jika boleh meminta dan Allah kabulkan kuingin diusia 40 tahun Kau panggil aku, Kau tutup usiaku sebagaimana kekasih-Mu rabb. Bukan menolak panjang umur Kau tahu tuhan tentang diriku segalanya. Tetapi jika Kau masih mengizinkan aku berada didunia-Mu tolong izinkan aku beribadah hanya kepada-Mu, untuk bekalku saat sakaratul maut, alam kubur dan menghadap-Mu kelaknya dan membahagiakan orang yang kusayang dan bermanfaat untuk siapapun. Tetapi jika diusiaku hanya menambah dosa, membangkang pada agama-Mu tolong datangkan malaikat Izrail dihadapan saat itu juga"


#Day(8)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

1 komentar:

  1. Kalau saya bisa menuliskan surat itu saya malah mau kasih pesan agar anak2 tiri saya nggak meributkan tentang harta duniawi. Sebisa mungkin mereka sdh bisa hidup mandiri

    BalasHapus

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...