Waktu telah tiba. Usia telah sampai. Mata membelak berhenti beredar. Dingin sekujur badan, tubuh terdiam kaku tanpa gerakkan. Pucat pasi tanpa darah mengalir.
Sahutan tangis pilu saling beradu. Bacaan ayat menggema di seluruh kediaman menjadikan doa terakhir berada di atas bumi. Keranda tempat terakhir menjadikan alas berbaring di atas bumi. Pakaian putih menjadi akhir yang dikenakan. Dan menjadi akhir kau beriringan bersama manusia di atas bumi.
Kini, kau telah di bawah bumi. Bersama tanah dan binatang melata. Namamu tertulis di batu yang mulai memudar. Keramik hiasanmu mulai terkikis di makan waktu. Daun merayap hingga meninggi. Tanah kering karena jarang sekali tersentuh air.
Kini, kau di bawah gundukan tanah. Berada jauh dari sanak keluarga yang mungkin saja mulai terbiasa tanpamu. Kau berada di antara lalu lalang kendaraan yang melirikpun mereka takut. Katanya tempat tinggalmu menyeramkan.
Di saat itu telah terjadi, semua hanya tinggal penyesalan. Sebab dahulu semasa hidup dunia berada dalam genggamnya hingga merasuki pikiran. Tak terbesit sedikitpun akhirat di dalam dadanya, jikapun ada hanya lewat seperkian detik. Tertabrak nafsu dunia yang menggoda.
Di saat itu telah terjadi, ampunan tidaklah berguna. Karena telah lewat kadaluwarsa. Waktu telah tiba. Siapkan diri menerima semua ganjaran yang kau tuai.
#Day(26)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Menjuluki dirinya gadis perasa. Penyuka semua warna. Terlalu banyak khayal dalam mimpinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
30 HRDC Day 2 : Tolong
Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...
-
benar kata petuah teman mengatakan “Kalau rindu itu gangguan batin” “Kalau rindu tak abadi, tidak juga bisa hilang, sebab Tuhan menciptaka...
-
Meletakkan yang baik di tempat yang buruk, jauh lebih baik dibandingkan dengan meletakkan sesuatu yang buruk di tempat yang baik. Apapun yan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar