Aku
jatuh cinta pada lembaran-lembaran ukiran kata manis dan perhatianmu.
Aku
jatuh cinta pada pahatan-pahatan kokoh dan tegas yang tercetak sangat rupawan.
Aku
jatuh cinta pada setiap gerak-gerik yang kau lakukan.
Aku
jatuh cinta tiada sesiapapun yang menarik perhatianku. Dulu.
Sekarang,
aku membantu diam terpaku pada sekujur tubuh.
Menyaksikan
kamu yang pergi tanpa menoleh.
Aku
jatuh cinta tapi kau tidak mencinta.
Aku
dengan mudah jatuh pada pesonamu, yang kutahu kau tak tahu itu.
Aku
jatuh cinta dan lagi pada akhirnya aku tidak dapat memiliki.
Aku
jatuh cinta, yang kutahu kamu butuh waktu lama menyadarinya.
Aku
jatuh cinta menggunakan akal sekaligus perasaanku.
Aku
jatuh cinta dengan akalku “tidak masalah karena semua orang berhak jatuh cinta.
Entah dengan akhir saling memiliki atau jatuh cinta sendiri”
Aku
jatuh cinta dengan perasaanku “aku begitu bodoh menaruh rasaku untukmu yang
kutahu dengan akhir menyedihkan”
Dan
sekarang aku jatuh cinta dengan rasa mengikhlaskan.
Sudah
berapa lama? Lewat 1 tahun? Aku masih
memikirkanmu dengan cinta.
Aku
tidak bodoh karena cinta, tenang.
Aku
melihat postinganmu kau mulai mengikuti cara aku menyampaikan rasa. Benar?
Ahh..
aku rasa aku mulai gede rasa(GR)
Semoga
berhasil heart. Kau lihat postinganku
yang heart? Itu aku buat tertuju
padamu.
Sukses
selalu. Sebagai adik tingkat, junior di kampus aku mendoakan untuk senior yang
sempat aku menaruh rasa, Semoga Sukses. Kabar terakhir aku dengar kau bekerja
di Sekolah keperawatan, ya?
Bukankah
aku hebat dalam stalking?(haha)
#Day(25)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar