Kamis, 23 Mei 2019

30 HRDC Day 17 : Rasa Sakit Merupakan Obat Bagimu


Sebuah syair seorang filosof sufi, ia berkata;

Jangan berkata padamu hati-hati... jangan pergi, jangan pergi...
Sedang sekarang engkau telah pergi
Maka serahkan dirimu pada aruh

Syair filosof ini memberikan peringatan ketika bepergian ke laut percintaa. Namun ketika masalahnya telah diketahui dengan mendalam dan sungguh-sungguh, maka nasihat untuk kembali tidak akan ada faidahnya.

Sedangkan menurut pengarang buku ini sendiri mengatakan kepada orang yang tidak pandai bercinta;
Kesakitan adalah obatmu dan tidak ada penyelesaian selain itu. Aku ulangi sekali lagi
Penyakitmu adalah obatmu, tidak ada penyelesaian lain
Apakah apa yang aku katakan ini masuk akal?
Apakah ia satu kegilaan?

Pada hakikatnya cinta itu logis sekaligus sangat gila. Logika demam asmara yang hanya memiliki satu logika, yaitu logika dirinya sendiri.
Demam cinta memang akan berlanjut terus selamanya dan tidak akan padam, akan tetapi yang harus diingat jangan sampai cinta itu menjadi berkarat. Lukamu akan senantiasa baru, selamanya tidak akan terbalut. Akan tetapi jangan sampai engkau menjadi lemah. Jadikanlah api siksamu sebagai bahan bakar kekuatanmu. Jadikanlah api yang menyiksamu sebagai api perjuanganmu untuk mencapai impianmu.

Aku tidak berkata padamu “Lupakan rasa sakit” karena pengalaman sejarah dalam cinta mengatakan bahwa orang yang jatuh cinta tidak akan bisa melupakan rasa sakitnya selamanya. Namun tujuan dari apa yang hendak disampaikan dari kata itu adalah biarkanlah cinta rela pergi dari belantara bius yang berkepanjangan.

Aku katakan kepada engkau agar jangan sampai rela menerima kenyataan diri seperti itu, engkau akan hidup dengan kehidupan tanpa hidup dan engkau akan memakan bangkai hidup. Akan tetapi pedulikanlah. Jika api cintamu mengecil maka engkau harus memperbaruinya terus menerus. Tatalah hidup dalam neraka dunia ini, dan untuk menaggungnya bersandarlah pada kekuatan imanmu agar engkau mampu merealisasikan apa yang tidak mampu dicapai orang lain.

Aku katakan kepadamu jika luapan cinta mendekatkanmu kepada sampah, kelinglungan dan merusak keadaan, maka engkau harus membuatnya mendekatkan dirimu kepada kekuatan, keuletan dan kemantapan.

(BOOK: Cinta Dalam Perspektif Islam oleh Muhammad Ibrahim Mabrouk)

#Day(17)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

30 HRDC Day 2 : Tolong

Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...