Pagi adek, apa kabar?
Pagi tadi aku lagi duduk-duduk ditangga depan rumah tante tempat aku nginap sampai lebaran. Aku lagi duduk sedang memperhatikan aktivitas tetangga di samping rumah tante setelah aku beres-beres rumah tante pastinya.
Dan tentunya aku juga sudah mandi. Aku mandi pagi sekali sekitar jam lima lewat lima puluh atau pas jam enam.
Saat aku perhatikan orang-orang yang mengerjakan pekerjaan rumah di pagi hari dan orang-orang yang lewat di depan rumah, ada anak-anak lewat sambil menepung dada dijadikan gendang sambil bersenandung. Seketika sepintas memori dan bayangan terbang membawaku di rumah, aku ingat adek. Adek tuh juga sering bagitu. Kalau aku ingat adek tuh pengen ketawa karena lucu. Kalau adek sudah tepung-tepung dada adek kayak main gendang waktu di rumah di Tapis. Kalau lihat adek pasti bawanya mau ketawa apalagi ingat adek lagi nulis begini aku ketawa dengan tingkahlaku adek.
Ada saja kelakuan adek bikin ketawa. Kayak adek senyum lebar sampai terlihat kulit-kulit gigi adek bagian atas sampai adek diejek adek sebenarnya anak mama atau anak maktua dia(haha). Apalagi kalau adek senyum dipaksakan muka adek sumpah ndak tahan aku lihat lucu. Terus adek ingat tidak, kalau nonton film Oscar si cicak besar digurun pasir, si duck bebek terbang adek biasa niru suaranya(haha) bagaimana suaranya? (haha)
Tapi sekarang? Aku tidak tahu apa saat aku pulang di rumah ketika lihat muka adek apakah aku dengan mudah tertawa atau malahan pengen nangis.
Entah lah, hanya saja aku rindu adek, Aisyah, dan si bikin kesel otak. Rindu tuh aku. Lama ya aku, kalau aku telepon adek pasti tidak ada selalu di rumah. Kata mama hape adek rusak dan adek sedang berusaha untuk itu. Sumpah rindu sekali. Akupun berharap adek tahun depan seperti yang mama bilang, adek lanjutkan pendidikannya.
Kalian bertiga saling jaga ya, saling membantu, saling memperhatikan satu sama lain. Dan semoga kalian baik-baik saja tidak terjerumus hal yang salah, aku minta tolong sekali laksanakan solat. Dan aku titip mama aku benar-benar berharap kalian mengerti dan paham untuk tidak selalu buat mama marah, capek, sampai pusing kepala dan sakit. Tolong mengertilah dengan keadaan mama jangan memaksa kehendak kalian yang mama tidak sanggup. Aku benar-benar minta tolong. Kalian bisa kan penuhi apa yang aku minta di saat aku jauh dari mama dan tidak bisa menjaga mama di dekatnya?
From me, untuk kalian adik-adikku, yang aku sayang sepenuh dan seluruh hidupku. Aku selalu mendoakan keselamatan kita sekeluarga baik dunia dan akhirat.
Love😘
#Day(28)
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Menjuluki dirinya gadis perasa. Penyuka semua warna. Terlalu banyak khayal dalam mimpinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
30 HRDC Day 2 : Tolong
Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Allahummasolli’Ala Sayyidina Muhammad Wa’Ala’alihi Muhammad Aku hidup berdua ...
-
benar kata petuah teman mengatakan “Kalau rindu itu gangguan batin” “Kalau rindu tak abadi, tidak juga bisa hilang, sebab Tuhan menciptaka...
-
Meletakkan yang baik di tempat yang buruk, jauh lebih baik dibandingkan dengan meletakkan sesuatu yang buruk di tempat yang baik. Apapun yan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar